Siapa takut ngajar sambil kuliah lagi?

Jum'at, 02 Agustus 2019
Selesai mengajar kelas 01 saya tetiba ingin menuliskan pengalaman saya sebagai Guru SD. Sudah hampir 2 tahun tepatnya saya mengampu Guru SD dan Alhamdulillah status Ijazah sebagai Guru SD sudah saya terima Awal Juli 2019 kemarin. Awalnya saya galau, kenapa ? karena Background pendidikan saya seharusnya untuk tingkat SMP maupun SMA. Sehubungan dengan kesempatan mengajar yang tersedia ada di SD akhirnya saya menerima tawaran untuk masuk menjadi Guru SD di bulan Juli 2017 lalu. Isu - isu yang beredar jika kita mengabdi di SD, Ijazah kita harus linier. Nah demi tuntutan pekerjaan dan demi karir di dunia SD pada tahun 2017 saya juga memutuskan untuk mengikuti program Linier di Universitas Terbuka Pokjar Ketanggungan. Selama 3 semester saya menempuh perkuliahan. Universitas Terbuka memberi kesempatan bagi guru SD yang memiliki Ijazah belum linier untuk mengikuti Program kesetaraan namanya Program studi Bidang Ilmu. Demi kelancaran dan demi Masa depan diri sendiri saya berjuang selama 3 semester dengan teman - teman seperjuangan. Banyak teman - teman yang masih mau berjuang untuk masa depan karir dalam dunia pendidikan ini. Kalau menurut kita mah cari aman saja terhadap kebijakan - kebijakan yang nantinya akan dikeluarkan. Paling tidak di usia yang belum tua - tua sekali kita sudah mengantongi ijazah PGSD. 
Perjuangan yang luarbiasa jika kita memilih profesi sebagai guru SD. kenapa eh kenapa? Inilah yang saya rasakan sendiri, tetapi dalam pilihan tersebut kita harus mantap dan yakin suatu saat nanti kita akan terjaring dan termasuk yang lolos dalam tes CPNS nantinya kelak. Salah satu alasan kenapa saya mau masuk ke SD adalah peluang yang sangat besar dibandingkan menjadi Guru Mapel. Meskipun awalnya saya ingin sekali menjadi Guru Mapel tapi apalah daya jalan menunjukan pada jalur lain yang mengharuskan saya kuliah lagi selama 3 semester. Alhamdulillah dari tahun 2017 memulai kuliah di UT, pada tahun 2019 ini saya dinyatakan lulus dan resmi menerima Ijazah PGSD yang saya harapkan selama ini. Bukti lulusnya kami abadikan dalam hasil karya jepretan anak bangsa. 
Keterangan gambar : Wisuda pada tanggal 02 Juli 2019 di UT Pondok Cabe. 
Kuncinya adalah kita harus mantap dan yakin selama menjalani perkuliahan. Tidak sedikit juga biaya yang harus dikeluarkan namun demi masa depan nantinya tak apalah. Sekitar 10 Juta biaya yang kita butuhkan untuk dapat lulus menjadi s1 lagi tapi di jurusan yang berbeda. Untuk biaya relatif lah ya tapi sepadan lah dengan apa yang nantinya akan kita dapatkan. 
Jangan takut nasib kita akan terkatung - katung nantinya, jika memang kita mendapat kesempatan di SD, ambil saja toh memang passionnya sebagai guru. 
Memang masalah honor tidak seberapa dibandingkan Guru di tingkat SMP atau SMA. Semua bergantung pada kebijakan sekolah masing - masing. Yakin saja memang hidup itu kan pilihan. Jika kita memilih jalur swasta mungkin sudah dapat banyak uang. Kenapa saya berpendapat seperti itu karena memang selama 4 tahun saya punya pengalaman di dunia swasta. Jika kita mengejar materi janganlah memilih sebagai abdi negara, tapi pilihlah menjadi karyawan swasta. Tapi tidak jarang juga banyak yang bisa lolos CPNS setelah menempuh pendidikan. Semua ada di tangan yang Kuasa sekali lagi. Tetap semangat menjadi pengabdi negara yang selalu ingin memberi manfaat bagi anak - anak Indonesia. Yakin dan Percaya suatu saat nasib berpihak pada kita. Jangan takut untuk kuliah lagi, semua hal yang kita yakini pasti akan bermanfaat. Entah langsung kita rasakan manfaatnya ataupun melalui yang lain. 
Tetap Semangat menjadi abdi negara meskipun banyak rintangan yang harus dilalui. Yakin dan Percaya suatu saat nasib kita akan diakui di mata Negara. Semua akan sebanding dengan Perjuangan kita. Aamiinkan saja dan semoga tulisan ini bermanfaat.

Comments